Dosakah aku
:
Title: Dosakah aku?
Author: Saya sendiri
Genre: hurt/comfort
Note: cerita ini aku ambir dari Video Clip nya Nidji – Dosakah aku, tapi banyak yang aku ubah juga. maaf kalo frontal, hehe peace ^_^v
Happy reading all (inggat! ini Cuma fiksi :p)
Seorang anak berdiri di ambang pintu, dengan berurai air mata ia menghampiri papanya yang sedang membaca koran.
“pa . . .papa . . “ katanya sesengukan
“kenapa, via?” tanya papanya lembut
“mereka ngejekin Via lagi” tuturnya pelan. Papanya hanya bisa menghela nafas panjang sambil menatap anaknya yang berumur 7 tahun itu, ia lalu menggendong via lalu menletakkan di pangkuanya.
“sabar, nak” hanya kata kata itu yang bisa di ucapkan papanya setiap kejadian ini terulang
“tapi via kesel, Pa. kenapa sih mereka selalu ngejekin via? Apa salah Via sama mereka? Apa salah kalo Via nggak punya mama?” tanyanya dengan isak tangis
“kamu nggak salah, nak”
Terus kenapa, pa? kenapa Via selalu di ejekin mereka anak haram? Anak haram itu apa, pa?” mendengar pertanyaan itu, papanya hanya bisa diam. Pandanganya menerawang kedepan. untuk kedua kalinya papanya menghela nafas panjang.
“suatu saat kamu akan tau, sayang” papanya memeluk Via erat.
“tapi kapan, Pa?”
“10 tahun lagi, papa janji 10 tahun lagi papa akan menceritakan semuanya, tentang papa, mama, dan orang yang sudah menghancurkan hidup mama kamu”
__10 tahun kemudian__
Sivia membuka jendela di kamarnya, dengan mata terpejam ia menghirup udara pagi yang masih segar dan jauh dari kesan pengapnya ibu kota. Sejak Via berumur 8 tahun, ia dan ayahnya pindah dari Jakarta ke bandung. Itu semua karna ayahnya takut masa kecil via yang seharusnya ceria berubah menjadi kelam karena factor lingkungan yang memojokanya.
Setelah puas menghirup udara pagi, Via pun bergegas mandi. Ini adalah hari special baginya karena hari ini papanya berjanji akan meluangkan waktu seharian buat dia. Jujur saja, papanya bukanlah orang yang mempunyai banyak waktu untuk Via, pekerjaan papanya sebagai pilotlah yang membuat papanya begitu.
Untung saja ada Mbok Sum wanita paruh baya yang selalu menemaninya saat papanya sedang bertugas sebagai pilot. Lagi pula, Mbok Sum adalah saksi dari perjalanan kisah cinta yang tulus antara papa dan mama Via. Meski, Via tak tahu soal itu.
Setelah Via merasa dirinya sudah sempurna di depan cermin, ia pun melangkahkan kakinya ke depan pintu. Saat ia membuka pintu tiba-tiba…
“SURPRISE” sivia tercengang melihat papanya dan Mbok Sum yang berdiri di depan pintu dengan kue ulang tahun yang cukup besar untuknya.
“selamat ulang tahun ya, sayang” kata papanya sambil mengecup kanan kiri pipi Via.
“selamat ulang tahun ya, Non Via” ucap Mbok Sum sambil tersenyum senang
“makasih Pa, makasih Mbok Sum. Via lupa lho, kalo hari ini via ulang tahun hehe” Via terkekeh pelan
“dasar kamu, kecil kecil dah pelupa. Sama saja seperti mama mu” mendengar perkataan papanya itu, Via pun teringat akan sesuatu.
“Non Via, Make a wish dulu” usul Mbok Sum.
Sivia pun memejamkan matanya ‘ Ya Tuhan… semoga kebahagian ini selalu kekal untuku, keluarga, dan juga untuk Mama di sisi-Mu’ begitu matanya terbuka, di tiupnya lilin berangka tujuh belas itu. semua bersorak dan bertepuk tangan.
Setelah puas bercanda ria merayakan ulang tahunya dengan Mbok Sum dan papanya, Via mengajak papanya ke Gazebo belakang rumahnya. Ia ingin menagih sesuatu, sesuatu yang selalu menjadi beban pikiranya selama bertahun tahun, sesuatu yang belum ia temukan jawabanya.
“pa…” Via menatap papanya serius “Via mau nagih janji papa 10 tahun lalu” papanya menyegritkan dahi pertanda bingung. “10 tahun lalu papa janji akan meceritakan semua tentang papa dan mama dulu”
Akhirnya papanya mengerti maksud dari perkataan Via. Papanya menghela nafas panjang mempersiapkan jawaban yang tepat untuk Via. Tak terasa putrinya itu sudah dewasa sekarang, walau bagi papanya putrinya itu masih sama seperti putrinya yang dulu. dan papanya berharap semoga putrinya tetap tidak berubah setelah mendengar cerita dari papanya. Cerita mengapa Sivia terlahir dan menjadi Putri kesayagan Papanya sekarang.
__Flash Back__
Seorang cowok tampak mayun sambil menenteng kantung plastic yang jumblahnya cukup banyak di kedua tanganya. Dua orang gadis yang merupakan sahabat cowok itu tertawa riang.
“nggak papa nih Shill kalo kita aniaya Rio kayak gini?”
“ya ampun, Fy! Sekali sekali doang hahaaha”
“Dasar cewek cewek maniac Shopping” gerutu Rio kesal “Ya Tuhan… berilah hamba-Mu ini Honda jazz, Mobil BMW dan rumah seharga triliunan. Amim.” Doa Rio segera.
“lho? Kok doanya gitu?” protes Ify
“iya dong, kan doa orang teraniaya cepet terkabul hhehehe” Rio terkekeh pelan
“huuuuu~! Dasar!!!” cibir kedua gadis itu kompak.
“numpung gue lagi berbaik hati, gue bawain separuh deh” Shilla pun mengambil beberapa kantung plastic dari tangan Rio “sekalian gue mau lihat lihat juga hehehe” tambahnya sambil nyegir kuda.
Saat Shilla sedang asyik memperhatikan berang belanjaanya, tiba tiba kakinya menginjak sesuatu yang licin. Spontan dia pun jatuh terpeleset dan barang belanjaanya berhamburan.
“aduhhh…” rintihnya pelan. Tiba tiba Shilla merasa seseorang menggenggam lenganya dan membantunya berdiri. Karena penasaran siapa orang itu, Shilla pun berbalik badan. Dan betapa kagetnya Shilla saat mengetahui bahwa yang menolongnya tadi adalah sesosok pria tampan yang sedang tersenyum dengan tatapan mempesona kepadanya.
Shilla terpaku menatap cowok itu, dia diam tak bergeming seakan akan senyuman cowok tadi telah memutuskan syaraf - syaraf motoriknya pada otaknya. Barulah Shilla tersadar dari lamunanya saat cowok itu menyerahkan katungan plastic milik Shilla yang jatuh tadi. Cowok itu tersenyum lalu pergi meninggalkan Shilla.
“tunggu!” cegah Shilla, cowok itu membalikkan badanya.
“gu… gue Cuma mau bilang makasih dah bantuin gue. Oh ya, nama lo siapa? Gue Shilla! Ashilla Zahrant*ara binti Duta binti Indra Bekti #ngarang.”
‘Gila! Dasar Bego! Ngapain juga gue sahutin nama bapak and kakek gue?! Sungguh perkenalan biasa yang tidak lazim!!!’
“nama lo panjang juga ya” ujar cowok itu yang sepertinya sedang berusaha mati matian untuk mengulum tawa “gue Alvin, Alvin Jonathan Sind*nata. Udah dulu ya, gue buru buru. Bye! See you next time” cowok yang ternyata bernama Alvin itu pun pergi. (*nggak sanggup buat make nama lengkap anak IC, coz cerpen ini rada” Frontal(-_-“) maap ye)
Shilla hanya bisa tertunduk malu menyadari kebodohanya, tapi ada sedikit rasa sedang yang merayapi harinya karena ia telah berkenalan dengan seorang cowok yang tak beda jauh dengan pangeran pangeran pujaanya di korea sana .
tanpa ia sadari ada sepasang mata yang mengamati kejadian itu dengan tatapan sinis.
***
Shilla tampak resah menunggu jemputanya yang tak kunjung datang. Di tengah kegelisahanya tiba tiba seorang cowok dengan sepeda motor berhenti di hadapanya.
“lagi nunggu jeputan ya? Bareng gue mau?” ajaknya yang ternyata adalah Alvin.
“kok lo ada di sini?” tanya Shilla kaget.
“kampus gue ada di sebelah sekolah lo, tadi gue liat lo kayak gelisah gitu. Yaudah deh gue sanperin. Jadi, mau nggak nih?” tanya Alvin, Shila pun menggangguk mantap. Ia pun bergegas menaiki jok belakang motor Alvin lalu mereka melesat membelah ramainya Ibu Kota.
Karena kebetulan kampus Alvin dan sekolah Shilla berdekatan, mereka pun tampak semakin akrab. Belum lagi Alvin yang notabene adalah mahasiswa dengan suka rela datang ke rumah Shilla untuk mengajarkan les private untuk persiapan Ujian nasional sekaligus petunjuk untuk memilih universitas Shilla kelak. Dan diam diam Shilla mempunyai sejuta rasa cinta yang tersimpan di dalam lubuk hatinya.
“Shilla” panggil Alvin pada Shilla yang sedang konsentrasi mengerjakan pr matematika
“apa?”
“besok malem lo mau nggak nemenin gue ke pesta ulang tahun sahabat gue?” tanya Alvin dengan senyum mempesonanya, Shilla pun mengangguk mantap tak kuasa menolak ajakan alvin . namun… tanpa Shilla ketahui, ada maksud licik di balik senyuman mempesona itu
***
Shilla menatap dirinya di depan sebuah cermin. Gadis itu tampakcantik dengan balutan gaun putih selutut dengan bolero hitam dan rambut panjang yang tergerai indah. Setelah memastikan dirinya rapi, ia pun keluar menunggu Alvin di depan teras.
“Shilla!” panggil rio yang tiba tiba lewat di depan rumah Shilla. Ya, Ruma rio hanya berjarak 4 rumah dari rumah Shilla. Mangkanya dia bisa seenak udelnya nonggol di depan rumah Shilla.
“tumben lo dandan kayak gini, lo mau kemana?” tanya Rio yang menyadari kalau Shilla sudah berdandan rapi ala putri dari negeri dongeng *ceilah
“iya dong, gue kan mau pergi dengan pangeran Alvin”
“huekkk . . pangeran kodok kaleeee!” ejek Rio sengak “tapi… kayaknya lo nggak usah pergi deh, Shill! Soalnya feeling gue nggak enak”
“alahhh!!! Lo dah kayak mama loreng and ki joko modo aje! Udah ah… Alvin dah datang tuh! Bye!” Shilla meninggalkan rio dan pergi bersama Alvin. Diam diam hati Rio di landa kecemasan yang hebat.
Sesampainya di pesta dia sangat menikmati pesta itu. pesta yang ramai dan orang orang yang ramah itulah yang membuatnya betah. Tanpa Shilla sadari, Alvin sedang menatapnya sambil memasukan suatu serbuk ke dalam gelas berisi orange juice. Dengan senyuman licik dia menghampiri Shilla
“nih…” Alvin menyodorkan segelas orange juice pada Shilla dan dengan senang hati Shilla menerimanya tanpa curiga sedikitpun.
Saat Shilla selesai meneguk minuman itu sampai habis, kepalanya serasa berat seperti ada kunang kunang yang berputar di kepalanya. Tiba tiba pandanganya memudar, dia tak sanggup lagi mempertahankan keseimbanganya. Shilla terjatuh dan semuanya gelap.
***
Shilla membuka perlahan kedua matanya, seketika itu pula rasa sakit menyerang kepalanya. Tetapi ia tetap mencoba untuk menegakkan punggungya.
“kamar siapa ini?” tanyanya parau
Tiba tiba matanya terbelalak melihat busananya tergantung rapi di depan sebuah lemari. Jika pakaianya disitu, lantas dia mengenakan apa?
Degupan jantungnya berdebar keras, hatinya berkecamuk di landa ketakutan besar. Apalagi ketika dia membaca tulisan dari lipstick di sebuah kaca…
Thanks buat kejadian semalam. Lo sukses muasin gue!
Malam itu adalah malam terindah yang gue mimpi mimpikan
Akhirnya gue berhasil merengut sesuatu yang paling berharga dari lo!
Semoga gue nggak akan ketemu sama lo lagi!
Shilla mencengkram kuat selimut yang membalut tubuhnya
“Aaaaaaaaaaaaaaa!!! Alvin brings*k!!! b*angsat lo! Aaaaaaaa!!!” teriaknya walau dia tahu sebenarnya mustahil sesuatu yang telah di curi pada dirinya akan kembali dengan teriakan itu.
***
Shilla terkulai tak berdaya di sudut kamar mandi rumahnya. Suadah berulang kali ia melihat tespack itu dan hasilnya tak berubah sedikit pun. Dia positif tengah menggandung sesuatu yang tak di harapkanya untuk di kandung sekarang.
Sudah banyak air mata yang mengiringi kejadian ini. Shilla sudah tak sanggup untuk meneteskan air itu lagi.satu satunya cara adalah menghampiri Alvin dan minta pertanggung jawabanya.
Shilla pun nekat menghampiri rumah Alvin mskipun hujan lebat menemani langkahnya. Shilla tercekat melihat Ify yang sedang bermesran dengan Alvin di depan rumah Alvin.
“Alvin!” manusia jahanam yang di panggil Shilla itu menoleh. Dengan tatapan sinis dia menghampiri Shilla lalu mengusirnya
“pergi lo! Gue nggak mau liat muka lo lagi!”
“tapi . . . tapi . . . “ Shila tak kuasa mengatakan ini pada Alvin, dia hanya menunjukan tespack pertanda (+) pada Alvin. “lo harus tanggung jawab!” amuknya
“gue nggak perduli! Pergi sana lo!”
“usir aja dia, vin!” seru Ify
“ify! Fy! Lo jangan mau sama cowok brings*k ini!!!”
“alahhhh!!! Lo tuh yang brings*k! lo nya aja yang keganjenan sama Alvin! Alvin aja nggak pernah bilang cinta sama lo!” Ify masuk ke dalam rumah Alvin. Sementara Alvin, Dia melemparkan senyuman penuh kemenangan pada Shilla lalu ia bergegas masuk menyusul Ify.
“penghianat!!!”
Shilla terduduk lemas, dia sudah tak dapat mencerna kejadian kejadian yang menimpa dirinya belakangan ini. Di tengah rasa takut yang teramat sangat, ada seseorang yang memeluk dirinya dari belakang
“gue yang akan tanggung jawab” bisik Rio di telinganya, Shilla pun menangis sejadi jadinya. Andai dia mentaati omongan rio yang melarangnya pergi malam itu.
“andai lo tahu,betapa nggak sukanya gue ngeliat Alvin sejak pertama bertemu. Entah kenapa gue punya firasat buruk sama dia. Dan . . andai saja lo menyadari perasaan gue sejak dulu. gue sayang lo Shilla. Gue akan melakukan apapun demi orang yang gue sayang” Shilla hanya bisa menangis mendengar pernyataan dari seseorang yang selama ini di anggapnya sahabat. Semakin kuat Shilla menangis, semakin erat pula Rio mendekapnya dalam pelukanya.
andai… andai… andai…
berandai andai memang manis…
tapi jika kau telah usai berandai andai…
kau hanyalah menemukan kenyataan pahit di depanmu
seperti kata pepatah, penyesalan selalu datang terlambat.
_7 bulan kemudia_
Dosakah aku mencintaimu
Mendampingimu inginkanmu
Rio melipat secarik kertas membentuk sebuah burung kertas. Setelah selesai dia mempersembahkan origami itu kehadapan Shilla. Shilla tersenyum menerima itu, walau rio tahu Shilla memaksakan senyumnya demi membuat Rio senang.
Rio mengecup perut Shilla yang terlihat membuncit dan itu membuat mereka diadiahi tatapan tatapan sinis dari penjuru sekolah
“mereka berdua itu nggak tau malu banget ya” cibir salah seorang murid
“muka tebel banget tuh orang!”
“bener tuh” seluruh penghuni sekolah seakan akan menghina Rio dan Shilla yang sedang duduk berdua. Apa salah mereka?
Meskipun rio sudah sering mendengar penghinaan dan perkataan yang mengatainya ‘bodoh’ karena mau bertanggung jawab atas Shila, Rio tetap tak perduli dan kekeuh mempertahankan keputusanya.
Aku menjadi diri sendiri
Tak peduli apa kata dunia
Ku nanti hari ketika
Cinta datang cinta menang
Shilla sedang duduk dengan Rio di depan teras rumahnya. Tiba tiba saja Rio mengambil sesuatu dari sakunya lalu menyerahkanya pada Shilla
“kesalahan terbesar aku adalah…” Rio membuka sebuah kotak kecil yang berisi dua buah cincin “… tidak melakukan ini sejak dulu” Rio tersenyum menatap Shilla yang terharu mendapat perlakuan seperti itu darinya.
Jadi sayangku bertahanlah
Bila terkadang mulutnya kejam
Dentuman keras menyerang pagar rumah Shilla. Ternyata sedah banyak warga yang berdemo di situ sambil membawa spanduk. Mereka berteriak dengan suara lantang.
“pergi lo dari sini!!”
“lo udah mencemari nama baik RT ini!”
“lingkungan ini jadi kotor gara gara lo!”
“betul! Usir aja!”
Hinaan semakin menjadi jadi. Rio tak kuasa lagi menahan ini semua.
“Shill, kamu masuk dulu ya, ntar aku nyusul” Shilla pun menurut.
Peluklah aku jangan menyerah
Mereka bukan hakim kita
Dengan gentle, Rio menghadapi rombongan warga tersebut. Sampai seketika sebuah batu mengenai kepalanya dan ia pun tersungkur.
“ya ampun, nak Rio!” Mbok Sum yang melihat itu langsung membantu Rio berdiri.
“air ketuban nak Shilla, pecah! Dia harus segera bersalin” ucap Mbok Sum panik
“apa?!” Rio pun gelagapan menangani situasi seperti ini “ panggil bidan sekarang, mbok!” serunya. Tanpa memeperdulikan apa apa lagi, Rio langsung masuk ke dalam rumah dan memeluk Shilla yang sedang menahan sakit
Bintang yang mempertemukan kita
Cinta yang mempertahankan kita
Ooh...tuhan dengarkan doa
Dari cinta yang terlarang
Tak lama kemudian Mbok Sum datang dengan seorang bidan yang di paksa untuk menangani Shilla. Rio pun di suruh menunggu di luar. Dalam ketegangan yang luar biasa, hanya satu cara yang bisa menangani ini semua yaitu… Doa.
Cinta dan rasa bersatu di doa
Berharap cinta kita yang terlarang
Berharap cinta kita yang kan menang
Dalam keheningan, tiba tiba suara bayi menggema. Rio pun berdiri dari duduknya dan menanti di depan pintu. Tak lama kemudian keluarlah Mbok Sum dengan menimang seorang bayi mungil dalam dekapanya.
“bayinya perempuan” kata Mbok Sum sambil menangis sesengukan. Melihat tangisan itu Rio teringat akan sesuatu.
“Shila . . . Shilla gimana Mbok?” tanyanya panic.
“Shilla . . . Shilla sudah pergi”
“Shillaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!” saat itu pula suara tangis menggema di setiap sudut ruangan. Segala harapan pupus menjadi puing puing yang berserakan dan tak mungkin untuk di persatukan lagi.
__Flash Back End__
Sivia memeluk papanya erat “jadi Via bukan anak papa?” isaknya. Air mata pun langsung membanjiri pipi dua orang yang saling menyayangi itu. sebenarnya Rio tak punya sedikitpun maksud untuk membuka rahasia ini kembali. Tapi ia sadar, cepat atau lambat putrinya pasti akan tahu segalanya.
Rio mempererat pelukanya “meskipun Via bukan anak papa, tapi papa akan terus menyayangi via lebih dari apapun bahkan lebih dari diri papa sediri, tak peduli Via anak papa atau bukan. Via tetaplah Via yang papa sayangi” ucap
“makasih papa udah mau menjaga dan menyayangi Via selama ini. Via sayang papa” Via melepas pelukanya lalu mengusap air matanya, begitu juga degan papanya.
akhirnya Via telah menemukan jawaban atas pertanyaan pertanyaanya selama ini, kenapa dia terlahir di dunia dan kenapa ia mempunyai ayah yang kuat seperti ayahnya. Walaupun, dia harus mengetahui sebuah kenyataan terpahit lebih dari kenyataan manapun seumur hidupnya.
Diam diam Mbok Sum mengamati kejadian itu sambil tersenyum lega. Akhirnya tak ada rahasia lagi diantara Via dan papanya.
Ting . . tong . . seseorang membunyikan bel rumah Via, Mbok Sum dengan segera membukanya.
Rio di kagetkan dengan kehadiran seseorang yang sedang berdiri di samping Mbok Sum. Lain halnya dengan Via, ia malah menghampiri orang itu dengan senyum yang mengembang dari bibirnya.
“ini Gabriel pacarnya Via, pa” ucapnya riang
“uhuk . . uhuk . . “ papanya tiba tiba saja tersedak minumanya sendiri. Tapi sesaat kemudian papanya menyeruput kopinya sekali lagi “uhuk…” dan akhirnya batuk papanya berhenti juga. Entah kenapa wajah Gabriel menginggatkanya pada seseorang.
“hehe . . maaf ya om kalau kehadiran saya mengagetkan om” ucap orang yang bernama gabriel itu dengan ramah
“iya nggak papa” papa via tersenyum ramah lalu mempersilahkan Gabriel dan Via untuk duduk bersamanya “oh ya nak Gabriel, sekarang tinggal dimana?” tanya papa via memulai pembicaraan.
“di malang, om” jawab Gabriel sekenanya
“sekarang sekolah dimana?”
“di SMA Detantine malang, om” jawab Gabriel seraya tersenyum
“nama orang tua nak Gabriel siapa?”
“Alvin Jonathan sindunata dan Alyssa saufika umari, om”
………….
___THE END___
Huaa . . ini cerpen yang aku buat dalam waktu sehari, biasanya aku buat cerpen bisa sampai berming minggu bahkan hamper satu bulan itu semua karna aku malas memikirkan kata kata yang tepat dan enak di baca#nggakbanggasaya cepen aja segitu… apa lagi cerbung #nggakpenting
Nama tokohnya Cuma ku pinjem hehe… maap kalo kefrontalan(?)
kritik dan saran di tunggu apalagi pujianya *pletak #abaikan stress
maaf atas segala kekurangan cerita ini banyak omong -___-
keep comment n like guys ^__^V
Tidak ada komentar:
Posting Komentar